Ibukku... adalah segalanya, pilar tempatku bersandar, dengan pelukan yang selalu ada di setiap musim hidupku. Di saat tawa menyelimutiku kala ku bahagia, Beliau akan tersenyum, dan di saat aku meneteskan air mata kesedihan, Beliau adalah jangkar perahuku. Saat ku berada di titik terendah hidupku hingga duniaku terasa runtuh dan patah -saat belahan jiwaku berpulang-, Ibukku adalah sosok pertama yang memeluk rapuhku. Ibukku adalah lentera yang menuntunku bangkit dari gelapnya duka. Di saat aku merasa tak mampu lagi melangkah, genggaman tangannya menguatkanku untuk kembali berdiri tegar. Ibukku yang terus mendampingiku untuk berdiri tegar, menghapus air mata, hingga menanamkan keyakinan bahwa aku harus kembali melangkah, dan harus kuat demi memandu jalan kedua buah hatiku.
Ibukku... jarak
boleh saja membentang sekian kilometer di antara kita, namun doa dan suara Ibuk
selalu punya cara untuk meruntuhkan sekatnya. Suara hangatmu di seberang
telepon setiap hari, sapaan lembutmu yang menanyakan kabarku, selalu menjadi
bahan bakar gratis bagi jiwaku yang lelah. Doa terbaikmu tak pernah berhenti
untukku.
Ibukku... karena
cintamu yang tak berjarak, aku mampu melangkah sejauh ini. Terima kasih nan
sangat untuk segalanya. Hanya doa yang selalu kupanjatkan, Allah SWT memberikan
limpahan kesehatan, panjang umur, bahagia dan barokah dunia akhirat. Aamiin yaa
robbal aalamiin.
Peluuuk erat
nggih Ibuk sayang...💗
#ibukkupenguatku #hariini5tahunyanglalu
#16juni2021 #suamikusayang
Foto-foto di bulan ramadhan 2026 di rumahku Jekulo Kudus:



.jpeg)
No comments:
Post a Comment