Wednesday, May 27, 2026

Tetangga... Oh... Tetangga...

 

Saat ini tanggal 27 Mei 2026, sudah hampir 3 tahun yang lalu. Jika aku akhirnya memposting tulisanku ini, hanya untuk pengingat agar diriku selalu berhati-hati dalam bertindak, pun tersenyumlah menghadapi dunia nan penuh warna.
Kalau ditanya sekarang kondisinya sudah seperti apa? Yaaa… kuanggap biasa saja. Karena sekarang si tetanggaku juga kuanggap sudah lebih baik, tidak pernah ngomel dan menuding-nuding aku lagi (syukur orang tersebut sudah tidak pernah tampak lagi batang hidungnya). Yang masih adalah, sampah dari tetanggaku yang sering terbang ke halamanku, kadang sampai masuk ke terasku, kardus-kardusnya juga sering beterbangan ke depan rumah, hingga depan rumahku tak pernah terlihat bersih, but… it’s ok, ini tidak masalah buatku. Yang penting, aku tetap menjaga sikap sikap…

 

Tulisanku yang dulu:

 

Tangerang, 19 Agustus 2023

 

Yth Ketua RW 07 Perumahan Alam Indah,

Bapak Ali Rahmat

Di tempat

 

Assalamualaikum W. W

Saya Dyah Sinto Rini, warga perumahan Alam Indah A2 No 6 RT 04 RW 07, dengan ini menyatakan bahwa pada hari Sabtu tanggal 8 Juli 2023 pukul 11.00 WIB,  SAYA TELAH MENDAPAT PERLAKUAN TIDAK MENYENANGKAN” dari tetangga sebelah kanan rumah saya.

Kronologisnya adalah sebagai berikut:


Saya bersama anak laki-laki saya baru saja turun dari mobil dan mau masuk rumah, keadaan gerbang rumah saya terkunci dan ada anak perempuan saya di dalam rumah.  


Saya menelepon anak perempuan saya, yang ternyata ketiduran di dalam rumah, maka saya agak kencang memanggilnya. Saya mengatakan bahwa, ‘Wuk, cepat bukakan, Mama tidak kuat baunya’, karena memang tempat saya membuka gerbang pas dengan tumpukan bekas kotak telur warung sebelah. 


Tiba-tiba tetangga sebelah rumah saya, entah saya tidak tahu namanya karena saya sebelumnya baru melihatnya satu kali, dia tinggal di situ, marah-marah dan mengatakan, “Ini tidak bau, Ibu tidak usah macam-macam”. 


Yang saya alami berikutnya adalah, dia menuding-nuding saya pakai tangannya, membentak-bentak saya dengan sangat keras, bahasanya SANGAT KASAR, yang saya ingat adalah bahasa Jawa “CANGKEM, COCOT”, ditujukan ke saya. 


Dia sampai membawa-bawa nama suami saya dan pendidikan saya. Sedihnya adalah dia mengatakan “PANTESAN SUAMI IBU MENINGGAL, DIA STRES MIKIRIN IBU”. 


Ini yang membuat anak laki-laki saya marah, Ayahnya yang sudah tenang beristirahat di alam sana, dia bawa-bawa, dia katakan STRES. Tetanggan saya itu tidak pernah tahu/ berhubungan/ kenal dengan suami saya, dia tidak pernah tahu kebahagiaan kami seperti apa, tapi dia berani mengatakan bahwa SUAMI SAYA MENINGGAL KARENA STRES MEMIKIRKAN SAYA. Dari dalam mobil anak saya bilang, “Pak, jangan bawa-bawa Ayah saya”. 


Saya benar-benar tidak bisa menerima diperlakukan sangat kasar oleh orang laki-laki, dengan bentakan sangat kencang, sangat tidak manusiawi. SEUMUR-UMUR, ALHAMDULILLAH SAYA TIDAK PERNAH DIPERLAKUKAN KASAR. 


Anak saya pun tidak terima Mamanya dibentak-bentak dengan kasar. 


Sampai-sampai tetangga tadi mendatangi anak saya yang masih berada di mobil dan kembali menuding-nuding, “Ibu kamu orang pendidikan, kok gitu, jangan mentang-mentang berpendidikan, bisa macam-macam”. 


Sampai ada orang lain ikut mendorong tetangga yang ngomel ke anak saya itu. Cik Mei mie ayam dan suaminya mendorong tetangga itu agar berhenti, tidak ngomel lagi. 


Selain Cik Mei dan suaminya, ada juga saksi lain yang kebetulan lewat dan mengenal saya dan anak saya, ikut berhenti dan melihat kejadian ini. 


Saya hanya sedih diperlakukan seperti itu seraya mengelus dada dan mengucap, “Astagfirullahaladhim, naudzubillahi min dzalik, innalillahi wainna ilaihi rajiun”, begitu terus berulang-ulang. 


Sebelumnya saya pernah berhubungan dengan tentangga itu, yaitu saat dia memaku dinding dan mengebor rumahnya dengan sangat kencang, di mana itu langsung berbatasan dengan kamar saya, dan ini dilakukannya malam-malam di saat harusnya kita bisa istirahat dengan nyaman di rumah. Saya akhirnya datang ke rumah dia dan menegurnya, saya minta tolong jangan mengebor malam-malam, kalau siang tidak apa-apa. Dia menjawab bahwa “Ini belum jam 9, di mana-mana saya bekerja jam kerjanya selalu sampai jam 9 malam, Ibu jangan aneh-aneh, ini masih jam kerja”. Akhirnya saya diamkan saja. Saya punya rekaman dia saat mengebor. Saya melaporkan hal ini ke Pak RT, dan beliau bilang sudah didatangi dan sudah selesai. Jadi meskipun beberapa kali tetangga itu masih mengebor dan memaku-maku dinding dengan kencang di malam hari, saya mengalah, saya diamkan. 

Orang tersebut, saya kira bukan tinggal di situ, karena saya jarang melihatnya, jadi baru saat memaku dan mengebor itu saya mengetahui ada dia, bukan orang-orang yang biasa menjaga warung. 


Saya telah menanyakan kepada Kakak saya yang hakim di Pengadilan Negeri Tangerang dan teman saya di Kejaksaan Negeri Tangerang, ini termasuk pasal “PERBUATAN TIDAK MENYENANGKAN”.


Sebagai langkah awal, saya melaporkan perlakuan tidak menyenangkan ini kepada Ketua RT (saya tidak sebut namanya) melalui media WhatsApp (WA). Namun, chat saya hanya dibaca, tanpa respon sama sekali, dan ini yang membuat saya prihatin, Ketua RT saya ternyata tidak peduli dengan laporan/ keadaan warga. Berikut saya screenshot bukti chat WA-nya:


Saya sabar menunggu respon Pak RT, namun tidak ada balasan, seminggu, dua minggu hingga lima minggu lebih terlewat begitu saja. Saya pikir, mungkin ini dianggap bukan hal penting. Saya berfikir, Beliau tidak memahami posisi saya sebagai single parent yang sendirian dan harus memperjuangkan hak dari dihina dan dikasari oleh orang lain. 

Saya punya banyak media sosial, namun saya tahan untuk memposting permasalahan ini ke media-media sosial saya, meskipun saya punya banyak bukti perlakuan tetangga itu kepada saya. Saya juga ingin mengirimkan pernyataan saya ini ke grup WA Kebersamaan Blok A, namun saya urungkan, dengan tujuan saya masih menunggu respon Pak RT. 

Karena lama tidak direspon, saya akhirnya mengobrol lewat Bu RT, saat selesai mengaji bersama, Bu RT berjanji akan menyampaikan ke suaminya. 

Lama saya tunggu, tak datang jua respon/ tanggapan dari Pak RT. 

Anak laki-laki saya sering menanyakan kelanjutan kasus ini. Saya memahami, anak mana yang tidak tersinggung, Mamanya diperlakukan sangat kasar, bahkan Ayahnya yang telah meninggal disebut-sebut STRES gara-gara memikirkan Mamanya. 

Saya sudah lama ingin melaporkan hal ini ke Bapak Ketua RW, namun saya mendengar bahwa Ibu RW sedang sakit, jadi saya tahan dulu. Selain itu, saya masih menunggu niat baik Pak RT untuk ‘mendengarkan’ keluhan warganya. 

Saya memutuskan untuk menulis surat pernyataan ini karena saya melihat anak saya yang merasa kecewa karena Mamanya mendapat perlakuan tidak menyenangkan (beberapa kali) dari tetangga, dan juga mendapat perlakuan tidak didengar keluhannya oleh pimpinan perumahan tempat kami tinggal. 

Saat saya menulis ini, di pos warga sedang ada peringatan HUT kemerdekaan RI, saya yang biasanya aktif di kegiatan RT/ RW bersama ibu-ibu lain, saya sengaja TIDAK MAU BERPARTISIPASI, baik pada lomba-lomba, pun saat peringatan puncaknya sekarang ini. 

Anak laki-laki saya mengatakan, tidak ada respek/ hormat lagi kepada Pak RT karena tidak mau memperhatikan/ merespon permasalahan warganya. Dia melarang saya aktif di kegiatan RT. Anak saya mengatakan bahwa lebih hormat dengan Ketua RT yang dulu, karena cepat tanggap dan mau membantu warga, sebelumnya kami memang pernah merasakan bantuan/ kepedulian Ketua RT yang lama, yang lebih peduli kepada kami.  

Anak saya berkeinginan untuk diadakan pertemuan 3 pihak. Saya, tetangga saya dan Ketua RT. Ini sudah saya sampaikan ke Pak RT, namun seperti yang sudah saya tulis, tidak pernah direspon. 

Beberapa permasalahan yang saya hadapi terkait dengan tetangga saya ini, seperti sampah di rumah sebelah, bekas telur dan lainnya yang tepat di gerbang rumah tempat saya membuka pagar rumah saya, sangat mengganggu, sampah sering terlempar ke depan rumah saya (yang ini tidak pernah saya permasalahkan). 

Berikut saya sertakan gambar-gambarnya:

-       

   Selanjutnya, tentang pinggir jalan di depan rumah saya, dulu saya pernah dikomplain oleh pemilik warung tersebut (Bapak Madura), saat saya terganggu memasukkan mobil ke garasi rumah karena ada kendaraan pembeli warung tersebut yang parkir, Beliau mengatakan bahwa “Namanya depan rumah itu adalah milik umum, bukan milik Ibu (saya), jadi siapa saja boleh memakainya”, termasuk pembeli warungnya. Saya pernah dilabrak istri Bapak Madura dan dikasari juga sambil diteriaki, saya hanya diam saja, sambil bertanya dia maunya apa, namun karena dia bicaranya kasar dan keras, saya tidak paham, dan saya biarkan saja.

-          Ini gambaran parkir kendaraan di depan rumah saya yang sangat sering terjadi, namun sekali lagi, kalau yang ini, saya tidak pernah mempermasalahkan:

Oh ya, untuk bukti dukung berupa rekaman suara di saat memaku dan mengebor, video saat kejadian saya dituding-tuding, dan foto-foto nyampah di depan rumah, saya save dalam satu folder, jadi saya punya bukti bahwa saya tidak mengada-ada, dan yang saya alami adalah nyata. (Sebagian sudah saya tunjukkan ke Bapak RT). 
 
Bapak RW, saya ingin sampah di warung tersebut jangan diletakkan tepat di pinggir kiri di mana ini tepat dengan tempat saya membuka gerbang. Saya selama 4 tahun berjuang sebagai ODAPUS (orang dengan sakit lupus), jadi saya harus benar-benar menjaga diri, termasuk kebersihan, agar saya tidak terkena sakit lupus lagi. 

Bapak RW yth, saya mohon kasus saya ini ditindaklanjuti. Karena saya tidak pernah mengganggu tetangga saya, saya tidak pernah merepotkan mereka, bahkan saya sering direpotkan karena otomatis kena sampahnya, otomatis parkiran depan rumah sering dipakai, sering sekali ramai/ berisik. Saya selalu memasukkan mobil ke dalam garasi, jadi depan rumah selalu lega. Saya tidak pernah mempermasalahkannya, yang penting saya bisa keluar/ masuk rumah saat saya perlu, hanya itu. Saya pun jika di rumah, lebih sering tinggal di dalam rumah, tanpa pernah mengganggu/ merecoki siapa pun di  warung tersebut.

Saya amati, saya merasa sekarang tetangga saya ini, Bapak Madura dan yang lain yang tinggal di warung ini sudah tidak ada masalah. Mereka sudah lebih respek (ada rasa menghormati) ke saya dan anak-anak dibandingkan dulu, ini terlihat dari kejadian misalnya saat saya pulang dan mau masuk ke garasi, jika ada yang menghalangi, mereka langsung memindahkannya. Yang saya heran, tetangga yang memperlakukan saya kasar di awal saya tulis, entah dia itu yang punya warung, atau tukangnya, atau siapanya, saya tidak tahu pasti, tetapi sering saya lihat tidak pernah ramah kepada saya.

Bapak RW, mohon kebijakannya untuk ditindaklanjuti. Saya dan anak saya sabar menunggu.

Atas perhatian Bapak RW, saya ucapkan terima kasih. 

Semoga Bapak RW dan keluarga sehat selalu dan lingkungan perumahan Alam Indah tetap nyaman dan aman.

 

Wassalamualaikum W. W

Hormat saya,

DYAH SINTO RINI

Warga Alam Indah 

Sunday, May 24, 2026

It's About You, My Beloved Son...

 




Postingan lamaku
di Facebook. Berhubung anak lanang minggu ini gak pulang karena ada kegiatan kampus, jadi ingat deh, mbuka-buka memori. Ya, selain kuliah dengan banyak tugas, anakku satu ini memang aktif di kegiatan kampus, ya organisasi, pun olah raga. Enjoy ya Nak, sehat2, terus rajin sholat dan ngajinya, jadi anak sholeh, lancar kuliah dan kegiatanmu, insyaallah sukses dan bermanfaat untuk sesama. Aamiin yaa robbal aalamiin...

6 Agustus 2023:

Yes, hidup itu pilihan...

Anak lanangku tahun ini mulai kuliah. Dia diterima via SNBT di Teknik Elektro UPI Bandung, dan jalur mandiri di Teknik Sipil dan Lingkungan IPB Bogor. Kami mendiskusikannya bertiga, sampai jelentrehke mata kuliah masing-masing jurusan, hingga prospek kerja ke depannya... akhirnya anakku minta aku mengizinkannya untuk memilih IPB, dan memang dari awal dia lebih ingin di IPB.
Of course yeeesss... I'm ready to be with you, with your choice, it's our choice, my beloved son... πŸ’™
Bismillahirrohmanirrohim... Melangkahlah sayangku, Mama berdoa engkau selalu sehat, bisa menjalani kuliahmu dengan baik, aman, lancar, berprestasi, dan sukses, pun kelak mendapatkan pekerjaan yang baik, berkah dan bermanfaat untuk sesama...
Aamiin yaa robbal'aalamiin...
Ada rasa haru saat kau bilang, Ma Bogor 'kan gak jauh, jadi Adik tetap dekat Mama, bisa sering pulang. I love you, Gus ❤️
Mengantarkanmu ke kampus, jelas teringat beberapa puluh tahun yang lalu. Mamanya pun punya jaket almamater yang sama...





Idul Adha, Idul Fitri, Lebaran nan Tak Lagi Sama...





Menjelang Idul Adha, sangat terekam kebersamaan denganmu, tentu sayang... Kita biasanya berkurban bergantian, dan merayakannya sebisa mungkin sambil pulang ke Kudus. Namun kini, sangaaat berbeda, semua terasa biasa saja, tak ingin apa-apa, tak hendak memasak makanan kesukaanmu, pun tak 'kan menemanimu membakar sate lagi...

Ini saat terkenang Idul Fitri kemarin:

Di saat orang lain sedang sibuk menyiapkan segalanya 'tuk menyambut hari raya, namun di rumah impian kita, aku justru sibuk teringat padamu, sesekali masih sambil menangis tertahan.

Saat takbir berkumandang, bukan ku tak bahagia, ku tetap bersyukur atas limpahan karunia Illahi Rabbi, namun lebaran tak lagi sama, terutama bagi orang yang telah kehilangan sosok tercinta sepertiku, di saat inilah, rasa sedih atas ketakbersamaan semakin besar.
Yaaa... lebaran tak lagi sama dan benar-benar berbeda, bukan hanya karena dirimu sudah tak ada di sisiku, namun kini kusadar, tak ada lagi foto lengkap kita berempat dengan anak-anak, kini tempatmu kosong.
Terkadang rasa sunyi menyelimuti keramaian, terbersit rasa iri melihat orang-orang bersama pasangannya, sedangkan aku hanya bisa merindukanmu yang nun jauh di sana. Hatiku pasti teriris kala memandang saudara-saudara sibuk berfoto dengan pasangan dan keluarga lengkap mereka, kumenyadari bahwa aku sudah tak punya kesempatan itu lagi
Yang juga menyakitkan bukan hanya kehilanganmu, kini aku harus terbiasa merenda asa sendiri, semua tanpamu.
Selamat Idulfitri kekasih hatiku, meski separuh hatiku telah ikut pergi bersamamu, ku 'kan tetap berupaya kuat 'tuk berdiri menemani anak-anak kita. Setiap lebaran nanti, ku 'kan terus mengenangmu, pun mencarimu di antara bahagia hari raya, serasa kamu menemaniku di sampingku.
Bismillah... Ya Allah, insyaallah aku kuat🀲😭❤️πŸ’™πŸ’–






Wednesday, November 5, 2025

It’s About You, My Beloved Daughter…

Wuk, dengan Bismillah… Melangkahlah Sayangku…

Davina Fardya Zulfa Izzati, adalah nama yang kami hadiahkan untukmu, di mana kata kedua adalah gabungan dari nama kami, Mama dan Papamu. Alhamdulillah, setelah menunggu cukup lama, akhirnya kelahiranmu sangat membahagiakan kami. Hingga satu setengah tahun kemudian, adikmu melengkapi kebahagiaan kita. Begitu besar nikmat Allah, kamu tumbuh dan berkembang dengan sempurna, tanpa kendala berarti.

Dan di saat itu, H+2 pengumuman kamu diterima di Universitas Indonesia, jurusan Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer, adalah saat terperih yang kita alami, Papa meninggalkan kita untuk selamanya. Ya Allah…,  dengan tangis yang kutahan, tak terbayang sedikitpun, kamu melewati hari-hari tanpa Beliau. Namun kenyataanya, kemudian kita harus menempuh jalan ke depan, hanya bertiga. Kita urus surat-surat dan semua keperluan kuliah kamu, sejak di kampung halaman (sampai tujuh hari kepergian Beliau) hingga sampai Tangerang lagi. Kamu tak akan pernah pergi kuliah ditemani Beliau, kamu tak akan bisa merasakan pelukannya, kamu tak pernah bisa bercerita lagi kepadanya tentang bagaimana kuliah di jurusan yang kita pilih bertiga, dengan penuh argumen dan segala pertimbangan. Ya Allah ya Rabb, Engkau memberi ujian yang terasa sangat berat, tangisku sering tertahan, bahkan hingga kini, karena aku harus kuat dan tegar, mendampingi kamu dan Adikmu.

Syukur alhamdulillah, Mama merasakan, kamu kuliah dengan sangat serius, belajarmu tak pernah henti. Kamu pun rutin menjadi Asisten Dosen beberapa mata kuliah, sudah berhasil membuat program untuk suatu perusahaan, sempat magang di satu perusahaan, dan hingga kini IPK-nya hampir mencapai 4, telah menyelesaikan sidang skripsi di semester 7, tanggal 24 Desember 2024 kemarin. Setelah menyelesaikan sisa mata kuliah pilihan,  kamu berhasil lulus, alhamdulillahirobbil ‘aalamiin. Ya Allah, Engkau Maha Segalanya, si penggemar 'Korean Singer and Korean Girl Groups' yang selalu minta izinku untuk nonton konser saat mereka manggung di Tangerang dan Jakarta (Taeyeon, Red Velvet) ini, kini juga sudah bekerja di salah satu perusahaan pionir fintech Peer to Peer (P2P) Lending di Indonesia.

Ya Allah, aku selalu bermunajat kepada-Mu, agar Engkau selalu menyayangi dan mengasihinya, berikan dia kesehatan, panjang umur, berikan yang terbaik untuknya, pendidikannya, pekerjaannya, jodohnya, semakin kuat imannya, menjadi hamba-Mu yang sholehah, bermanfaat untuk sesama. Berikanlah ridho-Mu kepadanya ya Rabb.

Dan ini adalah penggalan kenangan wisudanya, di tanggal 10 dan 13 September 2025. UI kalau wisuda selalu dua kali, yang pertama khusus akademisi, dan yang kedua mengundang orang tua.  

I love you, Wuk Ayu… terima kasih, kamu telah menjadi kebanggaan Mama dan Papa. Dengan iringan doa Mama senantiasa, Bismillahirrohmannirrohim, teruslah melangkah sayangku…πŸ’“


























Saturday, April 12, 2025

just for you, my little girl

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, Engkau telah hadiahkan untukku anak wedokku ini...

Teringat di saat pengumuman dia diterima di Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer di UI, aku dan dia di rumah, Papanya dari rumah sakit, kami hanya saling ngobrol via vicall. H+2 pengumuman itu, di saat Papanya harus meninggalkannya selamanya, dia langsung histeris sambil berteriak, "Paaa, lebih baik Kakak gak diterima di UI tapi gak ditinggalin Papaaa...😭". Ya Allah, betapa sedihnya... dengan segera kurangkul erat-erat, meski hatiku pun hancur. 

Kami berangkat ke kampung halaman untuk keperluan pemakaman dan pengajian kepergian Papa, tujuh  hari itu sambil terus memantau keperluan registrasi di kampus (via online), aku membersamainya mengurus dan membuat surat-surat yang diperlukan dari Kudus. Hingga kembali ke Tangerang, meski dengan rasa hampa, aku terus mendampinginya untuk keperluan persiapan kuliahnya. 

Ya Allah, begitu berat kami rasakan, namun aku harus terus kuat dan tegar, agar bisa membangkitkan semangatnya untuk memulai dunia barunya di kampus impiannya. 

Allah Maha Segalanya, syukur alhamdulillah, usaha keras kami membuahkan hasil... Si penggemar 'Korean Singer and Korean Girl Groups' yang selalu minta izinku untuk nonton konser saat mereka manggung di Tangerang dan Jakarta (Taeyeon, Red Velvet), sejak semester 3 hingga kini rutin menjadi Asisten Dosen beberapa mata kuliah, sudah pernah membuat program untuk suatu perusahaan, sempat magang di satu perusahaan, dan hingga kini IPK-nya hampir mencapai 4, pada tanggal 24 Desember 2024 kemarin telah menyelesaikan sidang skripsinya. Sekarang, insyaallah semester akhirnya dengan sisa mata kuliah pilihan.

Ya Allah, tak pernah putus doaku memohon pada-Mu, agar Engkau selalu menyayangi dan mengasihinya, berikan dia kesehatan, panjang umur, berikan yang terbaik untuknya, pendidikannya, pekerjaannya, jodohnya kelak, semakin kuat imannya, menjadi hamba-Mu yang sholehah, bermanfaat untuk sesama. Berikanlah ridho-Mu kepadanya ya Rabb...

Happy birthday my beloved daughter...πŸ’—πŸ’–πŸ’™
Sunday, April 13, 2025

#salamrinduku untuk PapanyaπŸ’—

















Tetangga... Oh... Tetangga...

  Saat ini tanggal 27 Mei 2026, sudah hampir 3 tahun yang lalu. Jika aku akhirnya memposting tulisanku ini, hanya untuk pengingat agar dirik...