Menjelang Idul Adha, sangat terekam kebersamaan denganmu, tentu sayang... Kita biasanya berkurban bergantian, dan merayakannya sebisa mungkin sambil pulang ke Kudus. Namun kini, sangaaat berbeda, semua terasa biasa saja, tak ingin apa-apa, tak hendak memasak makanan kesukaanmu, pun tak 'kan menemanimu membakar sate lagi...
Ini saat terkenang Idul Fitri kemarin:
Di saat orang lain sedang sibuk menyiapkan segalanya 'tuk menyambut hari raya, namun di rumah impian kita, aku justru sibuk teringat padamu, sesekali masih sambil menangis tertahan.
Saat takbir berkumandang, bukan ku tak bahagia, ku tetap bersyukur atas limpahan karunia Illahi Rabbi, namun lebaran tak lagi sama, terutama bagi orang yang telah kehilangan sosok tercinta sepertiku, di saat inilah, rasa sedih atas ketakbersamaan semakin besar.
Yaaa... lebaran tak lagi sama dan benar-benar berbeda, bukan hanya karena dirimu sudah tak ada di sisiku, namun kini kusadar, tak ada lagi foto lengkap kita berempat dengan anak-anak, kini tempatmu kosong.
Terkadang rasa sunyi menyelimuti keramaian, terbersit rasa iri melihat orang-orang bersama pasangannya, sedangkan aku hanya bisa merindukanmu yang nun jauh di sana. Hatiku pasti teriris kala memandang saudara-saudara sibuk berfoto dengan pasangan dan keluarga lengkap mereka, kumenyadari bahwa aku sudah tak punya kesempatan itu lagi
Yang juga menyakitkan bukan hanya kehilanganmu, kini aku harus terbiasa merenda asa sendiri, semua tanpamu.
Selamat Idulfitri kekasih hatiku, meski separuh hatiku telah ikut pergi bersamamu, ku 'kan tetap berupaya kuat 'tuk berdiri menemani anak-anak kita. Setiap lebaran nanti, ku 'kan terus mengenangmu, pun mencarimu di antara bahagia hari raya, serasa kamu menemaniku di sampingku.







No comments:
Post a Comment